detikHot

celeb

Kupas Video Lelang Keperawanan Sarah Salsabila, Ada Tekanan dan Kekecewaan

Jumat, 22 Mei 2020 15:39 WIB Desi Puspasari - detikHot
sarah salsabila Sarah salsabila lelang keperawanan Foto: Dok. Instagram Sarah Salsabila
Jakarta -

Aksi lelang keperawanan yang dilakukan oleh Sarah Salsabila atau Sarah Keihl menuai kecaman. Psikolog dan pakar micro expression, Poppy Amalya, punya penilaian sendiri.

Dengan kondisi di tengah COVID-19 dan muncul video Sarah yang mengunggah video lelang keperawanan, dikatakan Poppy Amalya tentu menimbulkan keprihatinan. Begitu juga yang dirasakan oleh Poppy Amalya yang selama pandemi ini ikut andil membangun dan memotivasi perempuan untuk tetap positif di tengah pandemi.




"Dia bisa memiliki value, tapi saat ada seorang perempuan ada maksud menohok keadaan dengan cara menjatuhkan derajat perempuan itu, pasti memprihatinkan. Walaupun, itu engagement dari marketing. Itu pemilihannya kurang tepat," buka Poppy Amalya menyoal video lelang keperawanan Sarah Keihl.

Melihat kepribadian, Poppy menilai Sarah memiliki latar belakang internal dan eksternalnya yang cukup baik.

"Internal, dia terlihat cerdas dari kalimat-kalimat yang disampaikan ucapannya runut. Kemudian creative thinking ada, kemudian dia memiliki fisik yang proporsional yang menunjang," nilai Poppy.

"Eksternalnya pola asuh, ini perlu dipahami apakah ada batas toleransi untuk melakukan itu. Apakah dia sudah minta izin meskipun untuk marketing ke orang tua? Tapi, kalau orang tuanya yang oldschool pasti ngelarang, ibunya pasti marah banget," imbuhnya.

Poppy Amalya sudah menduga ada maksud terselubung ketika Sarah posting video untuk lelang keperawanan di media sosial. Dilihat lagi dari ekspresinya saat menyampaikan keinginannya untuk lelang keperawanan dikatakan Poppy ekspresinya datar.

Psikolog dan Motivator Poppy Amalya, Poppy Amalia, Popy AmaliaPsikolog dan Motivator Poppy Amalya, Poppy Amalia, Popy Amalia Foto: Ari Saputra

"Aku mulai curiga karena dia datar saat menjelaskannya. Kalau orang pasti sedih, ini terlihat datar. Dari eksternalnya, sosial livenya Sarah ini baik, dia memiliki keprihatinan yang tinggi kepada masyarakat. Itu dari statement-nya saat dia bicara kondisi masyarakat saat ini, lagi menjadi perhatian karena masalah finansial, ditambah lagi dia punya keprihatinan kepada tenaga medis," tutur Poppy.

"Berarti jiwa sosialnya ada. Tingkat pendidikannya juga ada karena dia sampai tahu masalah economic global, sampai dia tahu masalah perekonomian, dan usaha pemerintah melakukan metode yang terbaik menurutnya. Sampai di sini berarti dia tahu, aware mengerti," tambahnya.

Dari gerakan tangan Sarah Keihl, Poppy Amalya juga melihat ada rasa tertekan. Terdengar dari helaan napas yang menunjukkan ada rasa kecewa yang dirasakan oleh Sarah.

"Cuma di sini saya lihat ada kekecewaan dalam dirinya karena ada tarikan napas ya, pada saat menjelaskan yang berkaitan dengan keadaan pada saat ini atau COVID. Pada saat itu COVID ada dia ngomong, 'Sudah dua bulan self quarantine' tangannya disatukan, berarti di sini dia butuh kekuatan untuk bicara itu. Kita semua udah merasakan dampak pandemi ini. Tangan disatuin ada tekanan dikit, artinya sudah mulai rapuh, artinya dia juga merasakan dampak pandemic ini," ungkap Poppy Amalya.

"Kita lihat lagi kenapa dia mulai rapuh, tadinya dia kuatin di tengah (tangannya) ini agak di kekanan sedikit. Ternyata yang bersangkutan ini punya bisnis. Berarti di sini dia punya masalah tanpa disadari masalah ini juga," sambungnya.


Rasa kecewa dan kesal ini yang akhirnya kemungkinan membuat Sarah melakukan tindakan dengan membuat video lelang keperawanan. Sarah memilih mengeluarkan pendapat yang menohok, dijelaskan oleh Poppy itu adalah salah satu bentuk frustrasi.

"Karena kekesalan ini maka dia milih kondisi alternatif sesuatu yang menohok, makanya ada sarkasme. Sarkasme ini karena rasa frustrasi, asumsi aku ya. Dia memilih keadaan di luar kebiasaan untuk bad attention," tukas Poppy Amalya.

[Gambas:Instagram]






Simak Video "Menangis, Sarah Keihl Minta Maaf Usai Heboh Lelang Keperawanan"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com