detikHot

celeb

Penjelasan Lengkap Yusuf Mansur Soal Fitnah Jumpa Rasul

Rabu, 09 Okt 2019 21:21 WIB Hanif Hawari - detikHot
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta - Ustaz Yusuf Mansur berusaha menjelaskan soal fitnah yang dilontarkan kepadanya tentang ungkapan pernah bertemu Rasul sampai ngopi bareng. Yang jelas, tudingan itu tidaklah benar.

Seraya membagikan tiga rekaman ceramah ke detikcom, Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan makna di balik ungkapannya soal kedekatan dengan Rasul. Ia pun mengungkap beberapa contoh serupa.

"Terus saya bawa lagi ke urusan emak. Saya bilang, ada emak insight, emak insight tuh apa? Ya kita nggak bisa dipisahin dari emak kita. Nempel sebagai bagian dari emak kita," ujar Yusuf Mansur kepada detikcom, Rabu (9/10/2019).

"Bahkan suku, kaum, daerah, kota. Ketika kita ke luar negeri, kita Indonesia inside. Merah putih inside. Nggak bisa kita bilang 'gue lagi di Belanda, gue bukan orang Indonesia' nggak bisa. Tetap saja kita harus membawa nama Indonesia dan pasti ketempelan sama Indonesia," sambungnya lagi.

Gagasan itulah yang membawa ceramah Ustaz Yusuf Mansur pada keimanan umat Islam ke Rasulullah. Jika iman sudah dalam, menurut ustaz Yusuf Mansur, kedekatan dengan Rasul bisa terasa tak ada sekat.

"Nah, sampai situ, dengan durasi ceramah sampai satu jam, saya bawalah pada cerita Rasul insight. Maksudnya tuh, nempel Rasul sama kehidupan kita, gitu loh. Itu kan," katanya.

"Kok Rasul bisa negur? Lah kan lo punya suara hati, kan gitu. Ketika kita misalkan pengin berbuat salah, terus kita ingat nasihat emak kita. Nah nasihat emak kita kan jadinya kayak hidup emak kita kan. Emak kayak ada di samping kita gitu kan, terus pakai gerakan tangan dia yang 'eh jangan nakal, jangan bandel' terus kita bilang aduh emak nasihatin saya," ucap Yusuf Mansur.

"Ketika kita bilang emak nasihatin saya, apakah emak benar-benar emak datang secara fisik? Ya nggak lah. Kalau misalkan dia sudah meninggal, tapi spiritnya (tetap ada). Makanya saya bilang, nempel bersama kita, ada dalam kehidupan kita," lanjutnya lagi.

Kedekatan itu, dijelaskan Ustaz Yusuf Mansur, bisa menimbulkan berbagai aktivitas imajiner di kepala. Bukan mengarang bebas, tapi sebuab bukti kesadaran bahwa kita selalu diawasi Tuhan dan Rasul-Nya.

"Jadi ketika kita nggak salat Duha, kita kayak diperhatiin sama Rasul, gitu. 'Katanya ummatku, kok nggak salat Duha?' Gitu loh," jelas Ustaz Yusuf Mansur.

"Ini kan, memang apa ya, percakapan imajiner gitu loh, tapi percakapan imajiner ini terjadi bila kemudian kita ada koneksi betul sama Rasulullah," ungkap Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur sekali lagi menampilkan analogi gagasannya tersebut. Ia membeberkan soal suami istri yang terpisah oleh maut seringkali merasa bahwa pasangannya tak pernah benar-benar tiada, tapi tetap hidup di hatinya.

Karena itu tak heran, kata Ustaz Yusuf Mansur, banyak orang yang enggan menikah lagi meski telah ditinggal mati oleh pasangannya. Bukan karena halusinasi, tetapi karena kesetiaan.

"Kenapa misalnya ada suami-suami yang tidak bisa menikah lagi, padahal istrinya sudah meninggal dunia. Karena dia masih ngelihat istrinya masih ada itu. Kenapa ada orang bercerai mati sama suaminya terus dia nggak sanggup nikah lagi, karena dia nggak bisa, karena suaminya kayak masih ada, masih senyum," tutupnya.




Simak Video "Idap Tumor Jinak di Pita Suara, Daniel Mananta Kasih Saran ke Raffi"
[Gambas:Video 20detik]
(hnh/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com