Mona Ratuliu: Kirim Parcel Bukan Nyogok
Jumat, 28 Okt 2005 10:20 WIB
Jakarta - Kirim parcel sama dengan menyogok. Anggapan ini mulai terbentuk sejak pemerintah mengeluarkan larangan menerima parcel untuk para pejabat negara. Bagi Mona Ratuliu yang setiap lebaran menyiapkan 20-30 parcel, anggapan tersebut tak sepenuhnya benar. "Kirim parcel kalau ada yang bilang buat menyogok, menurutku nggak. Bagi aku itu sudah budaya sih ya. Kalau kita menghargai seseorang, kirim kartu aja kayaknya belum cukup," paparnya, ditemui detikhot belum lama ini di kawasan Senayan.Menjelang lebaran, Mona selalu sibuk membantu suaminya Indra Brasco menyiapkan parcel untuk kerabat atau rekan kerja Indra. Isi parcelnya kata ibu satu putri itu tergantung budget dan trend yang sedang berlaku."Kadang kalau kita lihat peralatan rumah tangga lagi bagus, ya itu. Kalau nggak ada ya makanan aja isinya," ujarnya.Kembali ke soal anggapan kirim parcel sama dengan menyogok, Mona menyerahkan anggapan tersebut pada si penerima parcel. "Nggak papa deh orang pikir macam-macam. Yang penting kan niat sama tujuan kita nggak untuk itu," tandasnya. (eny/)











































