Rafly Ingin Asuh Rasya Bersama Tamara
Rabu, 26 Okt 2005 14:33 WIB
Jakarta - Tamara aktif memperjuangkan hak asuh anak, Rafly lebih memilih jalan tengah. Ia ingin hak asuh Rasya ditangani bersama demi kondisi kejiwaan Rasya.Agar hak asuh bersama itu dapat terwujud, pihak Rafly menghadirkan dua saksi, Dewi (asisten Tamara) dan Mahmud (supir pribadi). Mereka dihadirkan untuk membantah keterangan 3 saksi pihak Tamara yang menyatakan hubungan Rasya dan ibunya tidak baik."Saksi kita hadirkan untuk masalah permohonan hak asuh anak yang diajukan Tamara. Kita ingin mereka memberi keterangan sebenarnya bahwa hubungan Rasya dan ibunya baik-baik saja," terang Muslih kepada detikhot, Rabu (26/10/2005).Hubungan baik tersebut dibuktikan kini. Rafly yang tengah umroh, menitipkan Rasya kepada Tamara. "Kalau hubungannya tidak baik, ngapain Rasya dititipkan ke ibunya," sergah Muslih.Menurut Muslih lagi, Rafly ingin mengasuh bersama Rasya demi masa depan dan kejiwaan anak berusia 6 tahun tersebut. Padahal, menurut Elza Syarief, kuasa hukum Tamara, hal itu tidak mungkin. "Mengasuh anak memang kewajiban dua orangtunya. Tapi soal hak asuh hanya salah satu dari mereka, yang nantinya bertanggung jawab atas pendidikannya, kesehatannya dan lain-lain menyangkut si anak," terang Elza beberapa waktu lalu.Bagi Muslih, keinginan Rafly itu jelas karena kliennya ingin mempertahankan rumah tangganya. Sementara, keinginan Tamara atas hak asuh Rasya juga karena ia ingin cerai dari Rafly.Siapa yang akan mendapatkan hak asuh Rasya? Majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan baru akan memutuskannya pada persidangan berikut, Rabu (16/11/2005). (ana/)










































