Dua Bulan di Amerika, Hughes Lupakan Avin
Jumat, 09 Sep 2005 07:18 WIB
Jakarta - Tinggal dua bulan di Amerika membawa perubahan besar pada diri Hughes. Jika dulu ia berurai air mata, kini wajahnya terlihat jauh lebih cerah. Soal masalah harta gono-gini dengan mantan suami, Avin, tak ingin lagi diingat-ingatnya.Seperti telah diberitakan beberapa waktu lalu, Hughes diundang pemerintah Amerika Serikat untuk mengikuti short training perdagangan anak dan perempuan. Kesempatan tersebut didapatkan Hughes karena ia memang sudah lama menjabat sebagai Duta Kampanye Anti Perdagangan Anak dan Perempuan di Indonesia.Setelah dua bulan tinggal di negeri Paman Sam, baru tiga hari lalu Hughes tiba di tanah air. Wajahnya terlihat lebih cerah dan penampilannya pun lebih casual."Berangkat ke Amerika adalah momen penting dari hidup Hughes. Hughes bisa kembali bangkit dan tidak pernah lebih baik dari sekarang," ujarnya bersemangat.Selama di Amerika, Hughes tidak pernah ingat akan segala masalah yang membelitnya. Baik itu soal kasus perceraian maupun harta gono-gini yang belum jelas penyelesaiannya."Sama sekali nggak sempet mikirin. Sangat sibuk. Jam 8 kita mulai, jam 7 ninggalin hotel, tidak pulang sampai jam 5 sore. Habis itu kita pasti diundang dinner. Entah sama duta besar, konsulat atau pengusaha-pengusaha Amerika yang ingin ketemu Hughes," ceritanya di Tee Box Cafe, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2005) malam.Segala masalah dengan Avin, kata Hughes, sudah ia serahkan pada kuasa hukumnya, Elza Syarief SH. Ia enggan membicarakannya lagi."Hughes nggak mau berkutat lagi di masalah itu. Karena masalah itu sudah ditangani Ibu Elza. Fokusnya hughes sekarang harus bikin report hasil perjalanan kemarin," tandasnya. (eny/)











































