detikHot

celeb

Tasya Kamila Daur Ulang Sendiri Sampah di Rumah

Sabtu, 29 Des 2018 12:36 WIB Prih Prawesti Febrian - detikHot
Foto: Rifkianto Nugroho/detikINET Foto: Rifkianto Nugroho/detikINET
Jakarta - Tasya Kamila sangat peduli dengan lingkungan. Ia mengatakan dirinya memiliki cara sendiri untuk pengelolaan sampah. Mantan penyanyi cilik ini sudah lama membuat pupuk kompos di rumah sendiri. Tasya Kamila memang jebetulan Duta Lingkungan dari KLHK RI.

"Salah satu komitmen aku terhadap lingkungan adalah perhatian terhadap sampah. Aku sudah mulai mengelola sampai menjadi pupuk kompos. Di rumah aku nabung sampah. Aku pisahkan sampah basah yang bisa terurai alami seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun-daunan," ujar Tasya Kamila saat talkshow bertema 'Pengaruh Sampah Terhadap Perubahan Iklim dan Dampaknya Terhadap Bumi' di Jawa Timur lewat rilisnya.



Bukan hanya itu, Tasya juga menghimbau untuk generasi saat ini agar lebih sadar lingkungan.

"Ibaratnya mungkin cuma satu bungkus permen saja yang kita buang sembarangan. Seandainya ada satu juta orang melakukan hal yang sama, timbunan sampah jadi banyak sekali. Itu baru satu plastik kecil, bagaimana dengan sampah yang lain. Sudah saatnya kita kurangi plastik. Mulailah membawa botol minum dan tas belanja dari rumah dan juga gunakan produk daur ulang lainnya. Pokoknya kita harus memaksimalkan Reduce, Reuse, dan Recycle," ucap Tasya Kamila lagi.

Bukan hanya Tasya, sikap sadar lingkungan juga ditunjukkan oleh Social Entrepreneur terpilih pada Young Leaders Summit on Ethical Leadership dari Asia Europe Foundation, Vania Santoso. Vania sejak muda sudah menjadi aktivis gerakan penghijauan dengan membuat produk eco-fashion yang dipasarkan di dalam dan luar negeri. Bahan utama yang dipakai adalah sak semen, plastik yang dikombinasi dengan tenun arau batik sebagai variasi.



Dalam talkshow tersebut hadir pula Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur - Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Nandang Prihadi, S. Hut, M.Sc.

"Manusia punya kontribusi sangat besar dalam menghasilkan sampah dan emisi gas rumah kaca (GRK)," ungkap Nandang Prihadi.
(wes/pus)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed