Paramitha Rusady Merenung
Rabu, 17 Agu 2005 12:13 WIB
Jakarta - Berbagai macam cara dilakukan untuk mengisi hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap 17 Agustus. Bisa dengan mengikuti lomba, upacara atau merenung seperti yang dilakukan Paramitha Rusady. Apa sih yang direnungkan? Tanggal 17 Agustus punya arti yang mendalam untuk Paramitha Rusady dan keluarganya. Ayah Paramitha atau yang akrab dipanggil Mitha adalah seorang pejuang tahun 45 yang cukup disegani pada masanya. Sehingga setiap hari kemerdekaan RI, Mitha dan keluarga selalu merenung dan berdoa untuk para pahlawan yang sekiranya pernah ikut berjuang bersama ayahnya. "Setiap detik-detik kemerdekaan itu punya arti yang spesial buat saya, karena ayah saya sendiri seorang pejuang," ujarnya. "Dia punya bintang gerilya dan mempunyai bekas tembakan di kaki kirinya," tambah istri dari Nenad Bago itu ditemui di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Sejak kecil menurut Mitha, ia dan kakaknya sering mendegar betapa susahnya merebut kemerdekaan Indonesia dahulu. Sehingga ayah penyanyi pekaligus pemain sinetron itu selalu menekankan pada seluruh anak-anaknya untuk selalu mencintai tanah air. "Ayah saya selalu mengajarkan agar kita selalu bangga dengan tanah air, right or wrong, Indonesia tetap tanah air kita," imbuh Mitha mengingat nasihat ayahnya. Suatu hari nanti Mitha ingin mewujudkan keinganan terpendam ayahnya. Ia ingin mendirikan sebuah rumah, sejenis rumah jompo, untuk para veteran yang kurang mampu dan tidak mempunyai keluarga. Semoga tercapai! (eny/)











































