DetikHot

celeb

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Alyssa Milano Balas Kicauan Trump

Senin, 24 Sep 2018 14:41 WIB  ·   Nugraha - detikHOT
Jadi Korban Pelecehan Seksual, Alyssa Milano Balas Kicauan Trump Alyssa Milano (Tommaso Boddi/Getty Images)
Jakarta - Alyssa Milano buka-bukaan soal pelecehan seksual yang pernah dialaminya. Sejak remaja, ia mengaku memang tak pernah melaporkan peristiwa tersebut.

Untuk pertama kalinya, Alyssa Milano mengungkap pengalaman pahitnya ketika remaja. Hal itu dilakukannya setelah melihat kicauan dari Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu.


"Ketika saya diserang secara seksual, saya tidak jauh lebih tua dari Christine Blasey Ford," tulis Milano kepada Vox.

Dr Ford menuduh kandidat Mahkamah Agung, Brett Kavanaugh, melakukan kekerasan seksual di sebuah pesta sekolah menengah pada 1982. Namun Kavanaugh membantah dengan tegas tuduhan tersebut.

Donald Trump pun meragukan tuduhan tersebut sampai-sampai ia berkicau melalui Twitter.

"Saya tak ragu bahwa, jika serangan terhadap Dr Ford seburuk yang dikatakannya, dakwaan akan segera diajukan ke otoritas penegak hukum setempat olehnya atau orang tuanya yang pengasih. Saya minta agar dia membawa pengajuan itu supaya kita bisa belajar tanggal, waktu, dan tempat!" kicaunya.

Kicauan itu pun mendapat balasan dari Alyssa Milano. Menurutnya, ketika ada kasus pelecehan seksual, pengadilan Amerika Serikat seperti telah rusak.


"Terlalu banyak dari kita tahu bahwa apa yang dikatakan Presiden Trump tak sepenuhnya benar. Korban kekerasan seksual sering tak melaporkan apa yang terjadi karena mereka tahu benar bahwa cerita kita jarang dianggap serius atau dipercayai," tuturnya.

Milano pun menganggap kini hal tersebut seperti mimpi terburuk. Apalagi menurutnya ada ketidakpercayaan, penolakan, hingga ancaman kematian yang diterima Ford karena keberaniannya berbicara.

"Butuh waktu bertahun-tahun setelah penyerangan saya untuk menyuarakan pengalaman itu kepada teman-teman terdekat saya. Butuh waktu tiga dekade bagi saya untuk memberi tahu orang tua saya bahwa serangan itu telah terjadi," kisahnya.

"Saya tak pernah melapor polisi. Saya tak pernah memberi tahu pejabat. Saya tak pernah mencoba mencari keadilan untuk rasa sakit saya karena keadilan tak pernah jadi pilihan," tulisnya.


"Bagi saya, berbicara berarti menghidupkan kembali salah satu momen terburuk dalam hidup saya. Itu berarti mengenali keberadaan penyerang saya ketika saya ingin tak lebih dari melupakan bahwa ia diizinkan berjalan di Bumi ini. Inilah yang dialami setiap orang yang selamat."

"Hey, Donald Trump, dengarkan saya. Saya diserang secara seksual dua kali. Suatu ketika saya masih remaja. Saya tak pernah membuat laporan polisi dan butuh 30 tahun untuk memberitahukan kepada orang tua saya. Jika ada korban kekerasan seksual yang ingin menambahkan, silakan balas di sini. #MeToo," kicaunya di Twitter membalas tulisan Trump.
(nu2/nu2)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed