Sempat terpuruk, Maia kini bangkit dan seringkali dipandang sebagai wanita tangguh. Kehidupannya jadi sangat beda, bahkan bisnis-bisnisnya berjalan mulus.
"Nggak (tangguh) kita kan sama-sama pencari Tuhan lah dalam kumpulan spiritualis, bukan menyalah-nyalahkan agama. Tapi benar-benar mengembalikan ketakwaan kepada Allah. Itu yang paling utama," ungkap Maia Estianty ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maia pun berujar, ada banyak hal di masa lalu yang sangat ia perbaiki. Janda tiga anak itu mengaku sangat ingin memperbanyak berbuat kebaikan di masa lalu.
"Kalau ada yang (ingin diperbaiki di masa lalu) banyak disesali adalah, lebih banyak berbuat baik di masa lampau. Karena itu kan bekal kita untuk mati. Kita semua ini kan belajar untuk mati belajar untuk menunggu kematian. Kalau yang disesali, kok aku kurang berbuat baik ya," tuturnya menyesali.
Oleh karena itu, saat ini Maia Estianty selalu ingin berbuat baik untuk siapapun. kebaikan pun tak hanya diukur dari materi.
"Ya harus menebar kebaikan apapun bentuknya. Kebaikan kan macam-macam ya, nggak harus dengan materi," ucap Maia Estianty.
(pus/mau)










































