Hemat Energi
Nurul Arifin: Jangan Takut Menderita
Rabu, 13 Jul 2005 14:03 WIB
Jakarta - Lagi-lagi masyarakat harus beradaptasi dengan kehidupan baru a la hemat energi. Lift-lift dimatikan, pejabat mengenakan batik, dan siaran TV dibatasi sampai tengah malam. Merasa menderita? "Banyak yang sama, jangan takut menderita sendiri," ujar Nurul Arifin. Menjawab kelangkaan BBM yang sempat marak, Presiden RI mengeluarkan Inpres 10/2005 tentang penghematan energi. Konsekuensi dari Inpres tersebut banyak sekali, mulai dari mengurangi penggunaan mobil, ac, lift, sampai tak lagi bisa menonton televisi lebih dari jam 01:00 malam. Waduh!Buat yang doyan begadang pastinya Inpres ini jadi 'mimpi buruk'. Apalagi yang suka nonton bola. Bisa bete banget kalau siaran bola tengah malam sampai menghilang juga. Menjawab keresahan masyarakat, aktris yang kini aktif berpolitik, Nurul Arifin ikut bersuara. Menurut istri Mayong Suryolaksono itu warga negara yang baik harus ikut serta membantu kesusahan negara. "Kenapa juga kita mesti nonton TV 24 jam itu kan pembuangan energi. Tidur kan lebih sehat. Menurut saya ini salah satu bentuk partisipasi warga negara untuk sama-sama menanggung kesulitan bangsa," ujar Nurul Arifin ketika ditemui detikhot di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Tak hanya soal TV Nurul dan keluarga mau berkorban. Jika rumahnya terkena pemadaman bergilir pun ia tak berkeberatan. "Seandainya harus ada pemadaman bergilir saya terima karena sudah ada peringatan. Intinya, banyak yang lain juga yang sepenanggungan jangan takut menderita sendiri," tandasnya cepat. (fta/)











































