DetikHot

celeb

Asmara Abigail: Perempuan Indonesia Jangan Memagari Diri

Senin, 23 Apr 2018 21:49 WIB  ·   Desi Puspasari - detikHOT
Asmara Abigail: Perempuan Indonesia Jangan Memagari Diri Asmara Abigail Foto: Asep Syaifullah
Jakarta - Asmara Abigail adalah salah satu perempuan Indonesia yang berpkiran terbuka. Tetap cinta Tanah Air, Asmara juga bisa menerima perbedaan budaya dan kehidupan dari luar Indonesia.

Meski katanya perempuan di Indonesia sudah mencerminkan emansipasi yang diharapkan Kartini, tapi menurut Asmara Abigail terkadang ada dari individunya yang masih membatasi diri. Terlalu fokus dengan norma-norma yang sebenarnya dibuat sendiri oleh masyarakat Indonesia.

"Menurut aku sudah emansipasi, tapi kadang-kadang individunya sendiri memagari diri sendiri. Menurut aku mereka terlalu fokus sama norma-norma yang dibikin sama masyarakat, atau keluarga, atau dari sekolah, komunitas, padahal sebetulnya itu dibuat sendiri sama manusia," kata Asmara Abigail kepada detikHOT, Senin (23/4/2018).


"Jadi sebenernya pagar itu pagar ilusi aja yang nggak usah diikutin kalau hati kita merasa tidak cocok untuk mengikuti itu. Kadang walaupun hatinya mereka nggak cocok dengan norma-norma di sekitar mereka tetap diikutin karena adanya begitu harus diikutin. Menurut aku mereka memenjarakan dirinya sendiri sih padahal harusnya nggak usah kayak gitu," sambungnya.

Bintang film 'Pengabdi Setan' itu mengambil contoh dari teman-teman perempuannya yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Akan tetapi, karena pertimbangan keluarga yang menganggap lokasinya jauh teman-temannya memutuskan tidak jadi mengambil beasiswa itu.

Padahal dalam hati, Asmara Abigail mengetahui teman-temannya sangat ingin mengenyam pendidikan di luar negeri. Ataupun 'ketakutan-ketakutan' hidup di luar negeri yang akhirnya membuat kehidupan teman-temannya justru tidak sehat.

"Ataupun kasus kasus karena banyak banget aku kenal orang-orang yang kuliah di luar negeri. Karena aku kasusnya di Milan Italia banyak banget orang tuanya ngebekalin mereka kalau mau berangkat itu dengan mie instan supaya mereka enggak makan di luar karena takut nggak halal gitu kan," ungkapnya.


"Itu kan cukup membatasi. Kita kalau di luar kita harus membuka diri untuk kultur lain. Kalau gitu ngapain kita ke luar kalau gitu kuliah aja di UI Depok gitu kan," pungkas Asmara Abigail.

Perempuan yang melejit lewat perannya dalam film hitam putih 'Setan Jawa' itu menilai pemahaman-pemahaman seperti itu justru membuat para perempuan Indonesia merasa dibatasi. Itu tentunya akan menghambat kemajuan pemikiran perempuan.

"Banyak pemahaman-pemahaman yang memagari diri kita untuk maju. Padahal itu kayak perincian kecil yang enggak perlu yang menghalangi kita ke poin yang lebih besar. Kalau misalnya kita ngurusin tetek bengek yang enggak penting kayak gini kapan mau majunya. Kayak, we have to should for the bigger season. Menurut aku sih gitu," ucapnya.


Dia merasa beruntung memiliki keluarga yang bisa menerima perbedaan budaya. Asmara Abigail tidak merasakan batasan-batasan seperti yang dialami oleh teman-temannya.

"Kalau di keluarga aku mereka sama sekali tidak pernah membatasi aku, jadi aku merasa beruntung karena kalau dari cerita teman-teman deket aku aja tuh ya posisinya mereka nggak begitu. Kebetulan aku enggak mengalami batasan-batasan dari keluarga," pungkas Asmara Abigail.
(pus/dar)

FOKUS BERITA:Perempuan Masa Kini
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed