DetikHot

celeb

Gara-gara Tweet Hina Panglima TNI, Job Nikita Dinonaktifkan

Senin, 09 Okt 2017 21:09 WIB  ·   Mei Amelia R - detikHOT
Gara-gara Tweet Hina Panglima TNI, Job Nikita Dinonaktifkan Nikita Mirzani Foto: Ismail/detikHOT
Jakarta - Nikita Mirzani merasa sangat dirugikan dengan adanya tweet palsu penghinaan terhadap Panglima TNI yang mencatut akunnya. Gara-gara itu, job manggung Nikita dinonaktifkan.

Menurut Muannas laporan terhadap Nikita akan tweet palsu itu berdampak terhadap job manggung kliennya. Apalagi, setelah Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI), Sam Aliano mengadukan Niki ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas tweet palsu itu.

"Sam Aliano, itu yang kemudian mengajukan ke KPI, mengajukan cekal dengan dia membawa bukti palsu, sehingga berdampak Nikita di-nonaktifkan dalam suatu acara di stasiun TV swasta, kemudian ada acara manggung off air (Nikita) juga berdampak pada laporan itu," papar Muannas kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Hanya saja, Muannas belum bisa menyampaikan berapa kerugian materil yang diderita Nikita atas tweet palsu tersebut. "Kerugian nominal Nikita belum bisa kita sampaikan secara resmi. Yang pasti dinonaktifkan di sejumlah daerah itu juga," sambung Muannas.


Muannas mengungkap, tweet palsu itu pertama kali disebarkan oleh akun Instagram PKI_Terkutuk65. "Dia kemudian membuat posting capture tulisan itu, tweet seolah-olah ada tweet (Nikita), kemudian dia seketika menyebutkan tweet itu sudah dihapus," sambung Muannas.

Ia meyakini bahwa tweet itu palsu. Hal ini menurutnya, bisa ditelusuri secara mudah melakhi jejak digital di google index.

"Padahal kalau kita lihat re-tweet-nya (akun PKI_Terkutuk65) kan sudah ada ratusan, like. Jadi kalau kemudian itu dihapus pasti ada jejak digital, ada apa namanya tersimpan di google index karena sudah di re-tweet ya," paparnya.

"Kalau di re-tweet kemudian tiba-tiba hilang biasanya (tertulis) 'tweet tidak tersedia atau tweet unavailable' atau ada jejak itu. Makanya Nikita membantah bahwa dia tidak pernah memposting itu. Dengan tidak ditemukannya jejak-jejak digital itu, itu menunjukkan bahwa tidak ada jejak digital itu (bahwa Nikita yang nge-tweet)," lanjutnya.

Saksikan video 20detik soal Nikita Mirzani di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Muannas mengaku tidak tahu apa motif pelaku 'menyerang' Nikita lewat tweet palsu yang merugikan kliennya itu. Akan tetapi, ia menduga, hal itu sengaja disebar karena bertepatan di peringatan hari G30S/PKI.

"Kalau motif enggak tahu. Tetapi yang bisa kita duga adalah bahwa tanggal 30 September itu kan isu PKI kan ramai di sosial media kan dan itu menjadi salah satu trending topic," katanya.


Muannas menyebut, bukan hanya Nikita yang menjadi objek isu tersebut. Tetapi, ada sejumlah artis lainnya yang juga jadi objek serangan itu.

"Kemudian kalau kita objektif, tidak hanya Nikita yang mendapat serangan itu. Tapi dampaknya luar biasa kepada Nikita; karena satu satunya di situ--diantara disebutkan ada berapa artis juga kalau enggak salah--ada Inul juga, ada Prisa Nasution, kemudian ada Uus kan itu juga sama, walaupun belakangnya beda," tuturnya.

Akan tetapi, dari sekian artis yang 'diserang', Nikita lah yang paling merasakan dampaknya. Sebab tidak main-main, ia harus berurusan dengan Panglima TNI gara-gara cuitan palsu itu.

"Kebetulan irisannya Nikita lah yang bersentuhan dengan Panglima TNI.
Mungkin dampak kalau yang lain kan enggak, (yang lain) tetap isi acara stasiun televisi, kalau Nikita kan ada dampak di situ," tuturnya.

Di sisi lain, Muannas menduga Nikita menjadi korban cuitan palsu itu karena sosoknya yang kontroversial. "Ya enggak tahu (motifnya) kita serahkan saja ke proses hukum. Ya mungkin ini kan Nikita artis sensasional, kontroversial, mungkin lebih rame aja kan kalau kemudian yang diserang dia," tutur Muanas.


Terkait cuitan palsu itu, Muannas telah membuat laporan di Polda Metro Jaya. Dalam laporan bernomor Tanda Bukti Laporan (TBL): LP/4878/X/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus, ada lima orang yang dilaporkan yakni Rahmat Himran (Ketua Umum Gerakan Pemuda Anti-Komunis), Sam Aliano (Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia), Aliansi Advokat Islam NKRI, akun Instagram PKI_Terkutuk65 dan akun Facebook Aria Dwiatmo.

Mereka dilaporkan atas dugaan Pasal 35 jo ayat (1), Pasal 29 jo Pasal 45 ayat (3), Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
(dar/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed