"Tahapan ini sederhana, hampir sebagian besar tupoksi dari rumah sakit. Assessment itu memeriksa individu itu baik secara analisis maupun fisik," kata direktur RSKO, dokter Erie Dharma Irawan, Sp.KJ, Mars, ditemui di RSKO, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilakukan assessment itu adalah untuk melakukan pemeriksaan, ada pemeriksaan umum, pemeriksaan psikiatri, pemeriksaan psikologis dan juga untuk pemeriksaan laboratorium," jelas psikiatri RSKO, dokter Carla Lusikooy di lokasi yang sama.
"Dari hasil pemeriksaan itu baru kami bisa mengambil kesimpulan dan diagnosis dan tahapan apa saja dari pasien tersebut," imbuhnya.
Tim dokter, pertama akan melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan itu ada di dalam ruangan detoks. Setelah itu baru diagnosis apakah patut untuk direhabilitasi atau tidak.
Rehabilitasi itu adalah bentuk treatment untuk pasiem sesuai dari hasil pemeriksaan. Hasil pemeriksaan paling lama akan didapatkan sekitar dua minggu setelah pemeriksaan.
"Rehabilitasi itu rekomendasi dari tim medis. Nanti sudah setelah selesai, assesment baru kita menentukan apa diagnosisnya dan rehabilitasi adalah treatment yang diberikan. Rekomendasi treatment apakah itu perlu apa tidak. Tergantung dari hasil assesment kami," tutur dokter Carla. (pus/wes)











































