"Aku tak tahu bagaimana mengetahui psikologi orang-orang yang melakukannya. Aku juga tak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghentikan mereka. Aku hanya bisa berharap orang-orang memiliki rasa kasih sayang dan perhatian yang lebih untuk satu sama lain," ungkapnya seperti dikutip dari Aceshowbiz, Rabu (21/6).
Apalagi, Zayn Malik dibesarkan di keluarga muslim karena berdarah Pakistan dari sang ayah. Ia penganut Islam sejak dilahirkan meski tingkah polanya sebagai selebriti kerap menuai kontroversi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebagai selebriti, Zayn Malik berharap publik tak menilainya dari agama atau kepercayaan yang dianutnya. Penyanyi berusia 24 tahun itu hanya ingin publik memandangnya sebagai Zayn Malik saja, tanpa mempedulikan ras dan agama.
"Aku memang tidak mempraktikkan ajarannya, namun aku dibesarkan secara Islam. Jadi hal tersebut akan selalu menjadi bagian hidupku. Aku juga sangat mengenal budayanya. Tapi aku tetap aku. Aku tak ingin dibeda-bedakan hanya karena agama atau latar belakang budayaku," demikian Zayn Malik.
Baca juga: Cerita Zayn Malik Pernah Ditahan Imigrasi AS karena Nama
(dal/kmb)











































