Berdasarkan dokumen dari pihak berwajib Los Angeles, ditemukan kokain, metadon, etanol dan opiat dalam tubuh Carrie Fisher saat ia meninggal dunia pada Desember 2016 lalu. Selain itu, ditemukan juga sedikit kandungan ekstasi di dalamnya.
"Kokain dikonsumsi kurang lebih 72 jam dari sampel yang diperoleh," ujar pernyataan dalam dokumen tersebut, dikutip dari People, Selasa (20/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan informasi toksikologi yang ada, kami tak dapat menentukan seberapa besar pengaruh dari sejumlah obat-obatan yang ditemukan dalam darah Ms. Fisher sebagai penyebab kematiannya," lanjutnya.
Sementara itu, sang putri, Billie Lourd sebelumnya telah mengonfirmasi kebiasaan buruk Carrie Fisher dalam mengonsumsi obat-obatan terlarang. Ia menyebut bintang 'Star Wars' tersebut memilih untuk terbuka soal kecanduannya agar publik tak terjerumus dalam lubang yang sama dengannya.
"Ibuku melawan kecanduan obat-obatan terlarang sepanjang hidupnya. Dan kini, ia meninggal karenanya. Dia memang terbuka tentang stigma sosial yang ada karena kecanduan ini. Ia bicara soal rasa malu yang menyiksanya dan keluarga dalam menghadapi kecanduan. Aku tahu ibuku. Dia ingin kematiannya bisa mendorong orang untuk terbuka soal perjuangan mereka ungkapnya," ungkap Billie Lourd dalam pernyataannya.
Baca juga: Polisi Temukan Penyebab Kematian Carrie Fisher
(dal/nu2)











































