DetikHot

celeb

Kecewa, Ustad Solmed Sebut KBRI Singapura Sadis Soal Penahanannya di Changi

Senin, 19 Jun 2017 14:20 WIB  ·   Desi Puspasari - Hanif Hawari - detikHOT
Kecewa, Ustad Solmed Sebut KBRI Singapura Sadis Soal Penahanannya di Changi Blak-blakan ustad Solmed yang masih belum tahu mengapa ia ditahan. Foto: dok detikHOT
Jakarta - Masih ingat dengan masalah ustad Solmed yang ditahan di Bandara Changi, Singapura selama 10 jam? Dari peristiwa ini, Solmed mendapat pengalaman baru.

KBRI di Singapura mengatakan Solmed bukanlah ditahan melainkan hanya diwawancarai. Akan tetapi, pernyataan itu cukup membuat kecewa Solmed.

"Saya sempet kecewa, KBRI nggak boleh dong bilang yang kaya gitu dibilang wawancara. Menurut saya itu bukan wawancara dan disepelekan. 'Oh hanya wawancara' sadis amat," kata Solmed kepada detikHOT di kantor detikHOT, Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Menurutnya proses wawancara dan penahanan jauh berbeda. Kalau wawancara, menurut Solmed seharusnya polisi yang menahannya berada di hadapannya dan menanyakan beberapa pertanyaan.

Sedangkan, pada 3 Juni lalu, Solmed merasa dirinya diperlakukan seperti tahanan. Dikunci dalam satu ruangan isolasi dan petugas atau polisi hanya datang bila dia memanggilnya dengan memencet bel.

"Ini, ditinggal nggak jelas, dikunci. Kayak dipenjara, diisolasi penjara gitu. Ruangannya kecil banget lagi. Sesekali pura-pura buat buang air kecil. Karena dingin baget kan," jelas Solmed.

Simak Cerita Mudik Seru Selebriti Tanah Air Kita, Mereka Juga Repot Kok!

Dia beralasan ingin buang air kecil agar bisa menghirup sedikit udara di luar ruangan. Suami April Jasmine itu merasa seakan-akan diriya diperlakukan sebagai pelaku kriminal.

Beberapa kali Solmed menghubungi orang di KBRI Singapura. Akan tetapi, sampai 10 jam penahanannya sama sekali tidak ada respons. Hal itu, cukup membuatnya panik hingga memutuskan untuk memposting kondisinya di Singapura.

Coba berpikir positif, Solmed mendapat pengetahuan kalau KBRI tidak standby 24 jam. "Tapi setidaknya hal yang begini perlu diinformasi kan supaya, seenggaknya kan kemarin itu KBRI tidak 24 jam. Mestinya kan 24 jam ada petugas. Kan tidak hanya saya, suatu waktu misalnya ada TKW, TKI Indonesia yang lagi butuh, kalau modelnya kayak gitu kan kasihan. Saat mereka butuh, kan kasihan juga. Dengan tidak ada yang mengangkat telepon," ujar Solmed.

Respons baru diterimanya ketika dia sudah kembali berada di Indonesia. Solmed dihubungi oleh polisi dan ditanyai kronologi kejadian bagaimana dirinya bisa ditahan.

Kemudian, dia juga diminta foto paspor, identitas dan bukti adanya cap masuk dan keluar imigrasi. Tapi, sampai hari Solmed tak juga mendapat penjelasan.

"Tapi, saya sudah ikhlas. Nggak apa-apalah, ini mungkin jadi cerita hidup. Tapi yang kedua, kalau ini dianggap ada sesuatu tidak dan kurang baik perlakuan mereka pada warga negara Indonesia, pemegang paspor, lambang Garuda. Ini kan luar biasa ini. Garuda jangan sampai tertunduk ini, harus tetap tegak," ucapnya.

Simak juga Foto: Rebecca Tamara, yang Secantik Raisa dan Megan Fox!

"Saya pikir kalau memang perlu dievaluasi, tidak ada salahnya negara mengevaluasi ini. Baik KBRI nya, Kementerian luar negerinya, mungkin ada komunikasi antar dua negara. Tanpa harus ada cerita saya akan nuntut atau apalah. Nggak ada. Tapi saya juga tidak mau hal-hal begini terjadi kepada warga negara Indonesia yang lainnya," tegas Solmed.

Sampai saat ini, Solmed sama sekaki tidak mengetahui apa kesalahannya hingga bisa ditahan selama 10 jam di Bandara Changi. Solmed masih akan buka-bukaan dengan detikHOT soal penahanan dirinya selama 10 jam di Bandara Changi.
(pus/kmb)

Photo Gallery
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed