Marwa meninggalkan rumah pada 27 Februari, tanpa alasan yang jelas. Ketika itu, ia membawa anak-anak dan banyak barang ke rumah orangtuanya.
"Arik ketika itu menghalangi. Karena persiapannya sudah siap, daripada bertengkar akhirnya disetujui," kisah kuasa hukum Atalarik, Junaidi usai mengisi acara program 'Rumpi No Secret' di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia kaget karena biasanya kalau pergi ke mall pasti kasih tahu, tapi ini nggak kasih tahu apa-apa," ujarnya.
Atalarik merasa berat hati karena Marwa dan anaknya tak kunjung pulang. Setelah dua hari, ia mendatangi rumah mertuanya untuk mengajak mereka kembali ke rumah.
"Di tengah jalan, Marwa tak ingin diajak pulang padahal anak-anak sudah berada di dalam mobil. Ya sudah, anak-anak akhirnya dibawa pulang," kisahnya.
Permasalahan tidak selesai saat itu. Malah justru, Marwa menganggap suaminya itu telah menculik anak-anaknya. Sejak kejadian itu, Marwa tak lagi pulang. Ia bahkan melayangkan gugatan cerai.
(nu2/nu2)










































