Sebelum akhirnya dihapus, selama beberapa jam foto itu menjadi konsumsi publik sehingga muncul berbagai macam komentar yang sifatnya menyerang Atalarik. Ternyata begini awal mula kejadiannya.
Hal ini diketahui dari adik kandung Atalarik, Attila Syah yang mengunggah foto percakapan WhatsApp pengacara sang kakak, Junaidi dan Marwa. Dalam foto tersebut terlihat, Marwa meminta Junaidi untuk menyampaikan pesan bahwa orang kepercayaannya bakal datang ke rumah Atalarik untuk mengambil barang-barang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok orang saya mau ambil barang milik saya di kediaman Atalarik dengan membawa list, sekitar pukul 11-an siang. Mohon diinfokan ke Atalarik karena saya sudah tidak bisa hubungi beliau lagi," tulis Marwa.
"Ini listnya: Mobil Mercy B 5 TMS, semua tas, semua pakaian (baju sehari-hari, gaun, pakaian dalam, mukena dll). Semua sepatu, semua parfume, I beauty case make up ungu, semua kutek, semua accesoris, blowan listrik, semua buku psikologi, semua ijazah sekolah, lukisan mawar merah, foto selamat hari ibu Syarief + bunga plastik, belt hermes. Dan juga barang-barang kantor Syafira di ruko Cibinong City Center milik Atalarik," lanjutnya.
Atalarik lantas membereskan barang-barang tersebut dengan plastik hitam yang sengaja dibelinya. Junaidi menegaskan, Atalarik sudah sangat baik mengemas barang-barang yang diminta oleh istrinya itu. (nu2/ken)











































