Namun, polemik semakin menjadi ketika Marwa diketahui kembali ke rumah orangtuanya tanpa izin Atalarik. Sebagai suami, Atalarik sudah mencoba untuk meminta Marwa kembali ke rumah.
"Sampai akhirnya istrinya pergi ke rumah orangtunya tanpa izin, masih bisa ditolelir. Tapi kalau sudah disuruh pulang tidak pulang-pulang malah ajukan gugatan itu kan bikin kaget. Marwa keluar daru rumah hampir tiga minggu," ungkap Junaidi pengacara Atalarik kepada detikHOT, Senin (3/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atalarik lebih menginginkan bisa menyelesaikan masalah rumah tangganya di rumah, bukan di luar. Junaidi mengungkapkan, Marwa ke luar rumah dengan dua anaknya, Syarief dan Shabira.
"Seharusnya kalau ada masalah diselesaikan di rumah bukan di rumah orangtua atau di luar. Makannya Arik bilang selesaikan di rumah," tegasnya.
"Arik kerja, istrinya juga diizinkan bekerja. Sampai suatu ketika istrinya nggak pulang-pulang ditanya di mana? Marwa bilang di rumah orangtuanya. Sebagai suami yang baik dia tunggu istrinya di rumah. Anaknya akhirnya pulang ke rumah dia (Marwa) yang nggak pulang," jabar Junaidi.
Atalarik dan Marwa menikah 10 Februari 2012. Namun dalam gugatan cerainya, Marwa menuliskan merasa mengalami tekanan batin selama berumah tangga dengan Atalarik.
(pus/wes)










































