"Ketika kita ada manajemen, seenggaknya kita ada yang mengawasi dan mengontrol. Dalam arti, filternya sudah ada. Misalkan contoh ada tawaran lain, biar kita nggak terlalu repot kita kasih sama manajemen. Tolong dibaca ini aman atau tidak secara hukum," seperti itu cara Wisnu agar tidak terjebak dengan kontrak eksklusif, saat berbincang dengan detikHOT di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.
Bila semua sudah dipastikan aman dari segi hukum, keputusan dikembalikan kepada si artis. Apakah mau si artis mengambil job tersebut atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau manajemen aku orang hukum banget ya jadi plus-nya manajernya aku, satu dia orang hukum dan dia sangat melihat. Bahkan kadang-kadang bahasanya orang hukum itu agak rumit gitu ya. Nah, disitu dia sangat memikirkan itu," bebernya.
Banyak yang menganggap kontrak eksklusif itu bisa menghambat laju karier si artis. Menanggapi pendapat seperti ini, Wisnu menyebutnya sebagai salah satu plus minus dari kontrak eksklusif.
"Ya balik lagi, ya memang ada plus minus kalau kita dikontrak eksklusif. Plusnya mungkin insya Allah kita akan diprioritaskan. Contoh ketika kita di MD karena kita kontrak eksklusif, insya Allah job-nya akan ada terus dari MD. Asal kita selama itu ber-atittude baik juga, kita kerja profesional juga. Itu kan juga diperhatikan," jawab Wisnu.
(pus/mmu)











































