Hal itulah yang membuat kehidupan seorang artis bisa dikatakan lebih tertutup. Seorang artis seolah dituntut harus bisa menjaga ranah pribadinya agar tidak semuanya jadi konsumsi publik. Termasuk juga bagaimana mereka mencari teman.
Seorang penulis sekaligus pengamat kehidupan artis Moammar Emka kepada detikHOT, Senin (16/1/2017) mengungkapkan, hubungan pertemanan pada dasarnya menganut prinsip secara alami. Artinya, tidak peduli profesi orang itu artis, kantoran atau lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emka yang sudah membantu penulisan untuk buku beberapa artis seperti Pevita Pearce dan Nikita Mirzani itu juga menambahkan, di kalangan artis menurut pengalamannya ada dua jenis pertemanan. Apa saja?
"Satu, ya pertemanan alami tadi, based on prinsip-prinsip kemanusiaan tadi. Karena asyik, seru, nggak ada pamrih apa-apa. Kedua adalah pertemanan simbiosis mutualisme. Ini dalam hal positif ya," jelasnya.
Pertemanan simbiosis mutualisme, lanjutnya, menjadi cara bagi seorang artis yang satu dengan yang lainnya sama-sama menunjang karier, sama-sama saling menguntungkan. Bukan justru menjadi saling manfaatkan.
Pada dasarnya persaingan di dunia artis merupakan hal yang lumrah terjadi. Persaingan yang dilakukan pun harus secara sehat. Emka mengingatkan, jangan pertemanan dilakukan dengan tujuan mengalahkan atau membunuh karakter artis lainnya.
"Berteman untuk mengalahkan seseorang misalnya mematahkan atau membunuh karakternya, ya itu yang nggak bagus. Beberapa kali kan nongol, gimana persaingan itu dijadikan ajang untuk membunuh citra. Persaingan gitu. Lagi-lagi itu alami nggak cuma di artis. Persaingan itu memang penuh dengan intrik," ujar Emka.
(pus/mmu)











































