Bayi Tabung di Kalangan Artis

Biaya Puluhan Juta Dipersiapkan Surya dan Cynthia Lamusu untuk Bayi Tabung

Veynindia Esaloni Pardede - detikHot
Senin, 05 Des 2016 10:41 WIB
Foto: Instagram Cynthia Lamusu
Jakarta - Bayi tabung seringkali menjadi pilihan terakhir untuk pasangan yang ingin memiliki momongan. Selain beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, biaya program yang menghabiskan puluhan juta juga menjadi salah satu perhitungan calon orangtua.

Sama-sama bekerja di bidang entertaiment, Surya Saputra dan Cynthia Lamusu sudah mempersiapkan dana tersendiri untuk melakukan program bayi tabung.

"Ya lumayanlah. Kita sudah nabung kok. Jadi kita sudah mempersiapkan. Kondisinya kan kita berdua benar-benar seniman. Seniman yang idealis. Tidak semua kita ambil, tapi kita tetap idealislah. Baik itu baik, ya kita pertanggungjawabkan secara baik. Makanya kita harus benar-benar nabung banyak sekali," jawab Surya kepada detikHOT ketika ditanya soal biaya yang dikeluarkannya untuk program bayi tabung.

Biaya Puluhan Juta Dipersiapkan Surya dan Cynthia Lamusu untuk Bayi TabungFoto: Instagram Cynthia Lamusu


Surya memang enggan terlalu blak-blakan soal biaya yang dikeluarkannya demi mendapat momongan. Sebelumnya, Surya dan Cynthia juga sudah mengikuti pengobatan secara herbal dan inseminasi.

"Ya sempat inseminasi dua kali. Yang kedua kali hampir berhasil. Yang kedua itu dia sempat telat agak lama. Total telatnya 12 hari kalau nggak salah. Terus hari ketigabelasnya dia dapat bulan. Terus mutusin kalau gitu kita langsung aja yuk jalanin program yang lebih tinggi lagi, yaitu bayi tabung," ungkapnya.

Untuk sekali program bayi tabung, di Indonesia calon orangtua memang harus merogoh kocek sekitar Rp 60-Rp 70 juta. Beruntung, sekali proses bayi tabung, Cynthia langsung dikaruniai bayi kembar.

"Kembar pun itu juga karena kehendak Tuhan juga. Kemarin saya bilang sama dokternya, dua telur aja dimasukin. Pada saat dua kan kemungkinannya jadi lebih besar gitu. Ya melihat lagi kan umur dan usaha kita yang menjadi berjuang untuk mendapatkan keturunan," tutupnya.

(pus/mmu)