Berdasarkan dokumen pengadilan, pria bernama Michael Guirguis menuntut Chris atas tudingan penyerangan, kekerasan, penderitaan secara emosional hingga pelanggaran kontrak. Sang mantan manajer mengaku menjadi korban kekerasa sang musisi pada awal Mei 2016 lalu sebelum memulai tur Eropanya.
Dikutip dari E! Online, Jumat (24/62016) sang manajer menyebut Chris tengah dalam pengaruh obat-obatan terlarang ketika menyerangnya di sebuah ruangan dan memukulnya empat kali pada wajah dan leher. Akibatnya, Michael pun harus segera dilarikan ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tuntutan tersebut dilayangkan, Chris pun langsung memberikan responsnya melalui Instagram. Ayah satu anak itu membantah semua tudingan yang dilayangkan oleh sang mantan manajer.
"Aku memecat mereka karena mereka mencuri uangku. Kau mencuri uangku jadi kau marah karena sudah tak lagi bekerja denganku. Tuhan memberkatimu. Aku berharap yang terbaik untukmu," tulisnya. (dal/dal)











































