Sebuah hal yang kontradiktif, terlebih Risty juga menganggap Stuart terus mengulur waktu persidangan cerai mereka yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Sampai saat ini, gugatan yang dilayangkan Risty sejak Agustus tahun lalu itu masih sampai kepada agenda kesimpulan.
Baik Stuart maupun pengacaranya memang beberapa kali tak menghadiri sidang. Stuart berdalih, ia tak bisa datang karena tengah mengalami cedera pada tangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sepertinya Stuart tak merasakan sakit luar biasa saat tulangnya patah. Padahal dari ceritanya, cedera itu sepertinya cukup mengkhawatirkan.
"Sekarang nambah bautnya dari 8 ke 12 pen, tulang sumsum gue diambil, buat dicangkok tulang, biar cepat pertumbuhannya. Ternyata operasi kemarin nggak numbuh dengan baik, kalau didiamkan, pennya nggak kuat," tuturnya.
Stuart sebelumnya mengaku kesulitan saat minum karena posisi gelasnya tak bisa tepat mengarah ke mulut. Akan tetapi, ia ternyata masih bisa mengendarai mobil.
"Kalau nyetir masih bisa, ketemu dokternya yang trauma. Apalagi dengar omongannya," akunya.
Itu sedikit kisah Stuart yang membuatnya tak bisa menjalani sidang. Gara-gara itu, perceraian mereka pun susah dituntaskan.
"Nggak tahu deh, tanya pengacara saya saja. Ngapain sih cepat-cepat? Santai saja," tukasnya.
(nu2/mmu)











































