Korban sepertinya tak nyaman tinggal di lingkungan lamanya. Sampai-sampai ia harus menyendiri tinggal di sebuah tempat kos.
"Pas kejadian dia pindah rumah untuk kenyamanan, tapi dampaknya kesendirian. Nah, itu trauma ketakukan dan suara-suara yang ingatkan peristiwa itu," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya itu dia kaget, orang yang mungkin dia banggakan berbuat seperti itu. Dia trauma, mengalami depresi, apa yang dia sangka selama ini berbalik," tuturnya.
Sementara, di balik tahanan Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ipul masih menjalan hari-harinya sebagai seorang tersangka. Belakangan diketahui, korban tidak hanya satu. Seorang pria dewasa melapor hal yang sama ke Polda Metro Jaya.
(nu2/mmu)











































