Di usianya yang belum mencapai 18 tahun, Kylie dituntut untuk bisa menerima keputusan ayahnya yang ingin mengganti keseluruhan identitasnya sebagai Bruce menjadi Caitlyn Jenner. Sang bintang reality show merasa ada yang hilang dari dalam kehidupannya, namun perubahan tersebut tak selamanya buruk.
"Aku lebih suka Caitlyn dibanding Bruce. Kami sering mengobrol soal baju dan make-up. Kami saat ini lebih dekat dari sebelumnya, namun tak hanya karena obrolan soal make-up dan baju, namun karena kini tak ada lagi rahasia besar dalam keluarga." ungkap Kylie seperti dikutip dari Aceshowbiz, Senin (30/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun kini sosok sang ayah seakan telah tiada, namun Kylie tak merasa malu atau bersedih. Ia malah berharap bisa membantu mereka yang merasakan hal yang sama dengan dirinya untuk menerima keadaan orangtua atau keluarganya.
"Aku ingin menjadi contoh bagi generasiku karena hal yang kuhadapi ini luar biasa. Para remaja perempuan dan laki-laki seusiaku mungkin bisa melihat bagaimana aku sangat menerima keadaan ini sehingga mereka juga bisa menerima jika keadaan yang sama terjadi," tutupnya. (dal/mmu)











































