Sholeh Mahmoed alias Solmed pernah merasakan tudingan panas ini ketika berdakwah di Hong Kong pada 2013 lalu. Ada surat terbuka dari pihak pengundang yang kecewa tarif tausiah sang ustad begitu mahal.
Namun setelah kisruh itu bergulir, Solmed mengajak damai pihak pengundang. Ia juga merasa hal ini cuma kesalahpahaman antar dua pihak saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut mantan gitaris band metal Betrayer, Derry Sulaiman yang kini jadi pendakwah ikut angkat bicara soal kisruh ustad pasang tarif.
Menurut Derry, jika ada honor setelah mendakwah, maka urusannya sudah berbeda. Ia dengan tegas menjelaskan dakwah tak pernah menyangkuit masalah honor.
"Kalau ada ustad-ustad yang diundang terus dibayar ada honornya, dan sebagainya, itu bukan dakwah! Itu entertain, hiburan," tekan Derry. (kmb/kmb)











































