Mengawali kisah masa kecilnya saat berbincang dengan detikHOT, Senin (23/11/2015), Tina mengaku mengalami bully saat duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Karena di-bully, dirinya menjadi "emosian".
"Pas di sekolah saat masih gendut pasti ya jadi bahan bully-an. Tapi nggak drop-drop banget cuma jadi emosian gitu," ungkap dara yang kini sudah berusia 22 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah fisik ya lapor ke orangtua. Tapi aku dulunya lumayan berani juga. Pernah sampai berantem sama teman laki-laki di kelas," ujarnya tertawa.
Melawan orang yang suka mem-bully dirinya bukan sesuatu yang menakutkan. Kemungkinan terburuk yang sering diterimanya yakni dimarahi guru karena berantem dengan teman-teman yang sudah menyakitinya.
"Pokoknya kalau dulu dikatain gendut, gede, gembrot. Kalau baris pasti di depan, terus juga sering jadi bahan ejekan gitu-gitu," ujar Tina.
Seiring berjalannya waktu, Tina yang sudah semakin dewasa sadar dengan penampilan. Kini, Tina tumbuh menjadi remaja cantik dan langsing. Meski begitu, dirinya tak lantas terbebas dari bully.
Kejamnya sosial media juga membuat dirinya menjadi sasaran bully. Lagi-lagi Tina di-bully soal fisik.
"Kalau sekarang ya paling hater-hater nggak jelas. Masih perkara fisik tapi tidak separah dulu waktu kecil," ucapnya.
Tina pun punya cara tersendiri untuk membalas orang-orang yang tidak suka dengan dirinya.
"Aku lebih nunjukin prestasi. Saat sekolah juara satu terus dan dapat beasiswa. Banyak sih yang dulu bully aku sekarang bilang aku berubah, ada yang jadi teman, ada juga yang malu kalau ketemu aku," ucap Tina bangga.
Untuk para hater yang dianggap mulai 'mengotori' media sosial, Tina memilih untuk cuek. Tapi, jangan macam-macam bila Tina sedang tidak memiliki rasa humor.
"Kadang kalau lagi nggak ada kerjaan dan sense of humor aku lagi rendah ya aku balesin dengan lelucon gitu tapi tetap nyindir," ujarnya. (pus/mmu)











































