Insiden tersebut tepatnya terjadi pada September 2008 ketika Travis terbang menuju ke California. Ketika lepas landas di Carolina Selatan, salah satu ban pesawat meledak dan menyebabkan pesawat menabrak sebuah tanggul yang berada di bandara.
Empat orang dinyatakan tewas, yaitu dua orang pilot, petugas keamanan dan asisten dari sang drummer. Berhasil selamat dengan luka bakar di lebih dari 65 persen tubuhnya, Travis pun mengalami stres dan menghubungi satu per satu temannya, dan meminta salah satu dari mereka untuk mengakhiri hidupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan petugas medis harus mengambil ponselku karena aku menelepon teman-temanku. Aku akan menghubungi mereka dan bilang, 'Kau tahu, aku akan mentransfer uang 1 juta dolar (Rp 13,7 miliar) ke akun bank kalian. Aku benar-benar tak tahan lagi," ungkap Travis mengenang masa-masa gelapnya, dikutip dari Mirror, Rabu (21/10/2015).
Setelah insiden tersebut, Travis harus menghabiskan waktu empat bulan penyembuhan dengan total 27 kali operasi. Lanjutan kisahnya bisa ditemukan dalam buku memoir bertajuk 'Can I Say: Living Large, Cheating Death, and Drums, Drums, Drums'.
(dal/mmu)











































