Bukan hanya karena ketampanan wajah dan bakatnya di dunia modeling, Nyle juga menarik perhatian para penonton karena kekurangan yang dimilikinya. Namun, pria asal New York tersebut mengaku kerap digunjingkan ketika masih remaja dulu.
"Orang-orang kadang menyebutku 'tak bisa mendengar', setelah mereka tahu sebagian besar dari kami lebih suka dipanggil tuna rungu. Memanggil kami 'tak bisa mendengar', sangat menyakiti hati karena mereka seakan bilang pada kami kalau ada bagian tubuh kami yang rusak. Padahal kami percaya kalau kami bisa melakukan apapun kecuali mendengar," ujar Nyle seperti dikutip dari People, Selasa (18/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kekurangan tersebut tak menjadi halangan Nyle untuk tetap mengikuti ajang America's Next Top Model. Kesempatan tersebut digunakannya bukan untuk menjadi supermodel, namun agar bisa mengubah pandangan dunia mengenai para tuna rungu.
"Aku percaya kalau menjadi seorang tuna rungu memberikan banyak sekali keuntungan karena bahasa ibuku, bahasa isyarat Amerika Serikat, mengharuskanku untuk melatih ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Hal ini membantuku dalam menyampaikan kisahku ketika berpose untuk difoto," tutupnya.
(dal/wes)











































