Diwawancara oleh Marie Claire, ketika berperan sebagai Hannah, Miley seakan dibentuk menjadi sosok anak perempuan yang bukan dirinya. Akibatnya, ia mengalami ketidakpercayaan diri untuk waktu yang cukup lama.
"Sejak aku berusia 11 tahun, mereka selalu bilang, 'Kau adalah bintang pop! Kau harusnya berambut pirang dan panjang'. Sementara itu, aku adalah anak kecil yang rapuh, yang harus berperan sebagai gadis berusia 16 tahun dengan rambut palsu dan make up," ungkap Miley seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (14/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin lama, Miley semakin merasa tidak nyaman dengan tubuhnya sehingga terserah Body Dysmorphic Disorder (BDD). BDD adalah sejenis penyakit mental kronis yang membuat penderitanya terobsesi terhadap penampilan dan citra tubuhnya.
"Aku dibentuk menjadi sosok yang bukan aku, yang lantas membuatku terserang body dysmorphia karena aku dibentuk menjadi sosok yang cantik untuk waktu yang cukup lama. Dan ketika aku tak lagi bermain di acara tersebut, aku merasa, 'Ya ampun, siapa ini?'" sambungnya.
Namun pada akhirnya, Miley menemukan apa yang ingin ia lakukan. Pelantun hits 'Wrecking Balls' tersebut tak ingin terpatok pada deskripsi kecantikan menurut publik.
"Aku mungkin tak akan pernah menjadi ikon dari kecantikan tradisional kecuali mereka mau sosok pengisap ganja sepertiku. Tapi mimpiku bukan menjual lip gloss. Mimpiku untuk menyelamatkan dunia," pungkas Miley.
(dal/mmu)











































