Desi mengatakan, semasa hidup, Didi pernah memberinya saran-saran membangun sembari bercanda. Kata 'jangan ngelamun, Neng' dari Didi pun masih diingatnya.
"Jangan ngelamun neng', lebih baik dikerjain. Dia sosok yang selalu menempatkan dirinya sebagai ayah di junior-juniornya. Dia mau mendidik tanpa takut tergantikan oleh yang baru. Saya terlibat di film Si Kabayan, sitkom, dan yang terlama adalah Buku Harian," urai Desi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat, (15/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Boleh dibilang kami menjadi anak yatim piatu. Dia berdedikasi tinggi di dunia akting. Pakarnya teater, yang membawa teater akhirnya bisa tersentuh di media televisi," ujar Desi.
Aktris senior Jenny Rachman juga turut merasa kehilangan sosok Didi yang humoris. Ia mengaku kaget pertama kali mendengar Didi pergi.
"Didi memang punya sisi humoris yang tinggi, banyak deh yang lucu-lucu di dalam satu set syuting," urainya.
Artikel Khusus Tes Kejelian Mata: Siapa Lebih Seksi? Luna Maya Vs Aura Kasih
"Saya sendiri baru pulang dari Paris baru tadi malam agak cukup kaget terakhir sama mas Didi minta dibantu sebagai salah satu juri pada saat saya membuat film naskah film Kartini," papar Jenny.
(kmb/kmb)










































