Dikutip dari TMZ, Rabu (13/5/2015) perusahaan video porno, Vivid Entertainment, menawarkan jumlah yang fantastis, yaitu US $1 juta atau Rp 13 miliar, agar Courtney setuju video seksnya disebarkan. Menurut Steven Hirsch, sang CEO, ia mendapatkan video tersebut dari orang ketiga.
Menurut Courtney, orang yang seenaknya menjual video tersebut kepada Vivid Entertainment kemungkinan besar adalah salah satu dari teman dekat. Ia mengklaim, sang teman telah mencuri video tersebut darinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pada akhirnya, Courtney tetap setuju untuk merilis video tersebut lewat Vivid Entertainment. "Toh aku sudah terpojok," ujarnya.
Namun, wanita berusia 20 tahun tersebut tak ingin mengambil untung dari penjualan video syurnya. Courtney berencana mendonasikan seluruh uang yang diterimanya untuk kegiatan amal. Walaupun tak menyebutkan badan amal tertentu, namun ia berniat untuk mendonasikannya kepada badan amal pelindung binatang dan untuk anak-anak penderita kanker.
(dal/mmu)











































