Menurut sidang di pengadilan Selandia Baru Selasa (21/4) waktu setempat, Phil mengancam akan membunuh mantan pegawai beserta putrinya karena kecewa dengan penjualan album solonya, 'Head Job'. Pada saat itu pria berusia 60 tahun tersebut menelepon sang pegawai agar datang padanya untuk dihabisi nyawanya.
Dikutip dari Newser, Kamis (23/4/2015) pengacara Phil mengatakan pada para pewarta bahwa tuduhan berasal dari sesuatu yang pada dasarnya hanyalah sebuah panggilan telepon penuh emosi. Tak hanya mengaku rencanakan pembunuhan, sang drummer juga mengaku bersalah atas kepemilikan shabu dan ganja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini hukuman untuk Phil memang belum dijatuhkan. Namun pria kelahiran Australia tersebut dipastikan tak akan mengikuti tur 'Rock or Bust' bersama AC/DC karena akan digantikan oleh Chris Slade.
Sebelumnya kasus ini sempat dihentikan dan Phil dinyatakan tak bersalah dari semua tuntutan karena kurangnya bukti.
(dal/mmu)











































