Diwawancara oleh The Telegraph, Penn merasa memiliki kewajiban moral untuk menonton video pemenggalan tersebut. Alasannya, aktor berusia 54 tahun itu ingin menghindari ketikdapekaan terhadap kekerasan yang sesungguhnya.
Membiasakan diri terhadap tindak kekerasan yang dilakukan secara internasional dianggap penting oleh Penn. Hal itu untuk memerangi teori bahwa menonton film berbau kekerasan dapat mempengaruhi publik untuk melakukan tindakan kekerasan yang sama seperti di film.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapapun yang menontonnya (video ISIS) dan mengklaim mereka terpengaruh oleh kekerasan dalam film, bahwa mereka takut dengan apa yang mereka tonton, adalah hal yang paling tidak jujur," ungkap Penn seperti dikutip dari the Telegraph, Senin (23/3/2015).
Penn juga yakin publik saat ini telah terpengaruh oleh lembaga sensor dan politik di dalamnya.
"Tahun '60-an, kita tumbuh dengan horor Vietnam yang disiarkan pada layar televisi setiap hari. Hari ini, kita menjadi terpengaruh oleh politik di dalam lembaga sensor. Saluran berita Amerika melakukan hal ini pada perang di Irak; mereka tak akan menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tidak akan menunjukkan peti mati yang dipulangkan ke rumah masing-masing," paparnya.
(dal/mmu)











































