Saking parahnya, bahkan Diplo membandingkan penggemar Taylor dengan pasukan militer pimpinan Kim Jong-un. Hal tersebut diungkap oleh sang produser musik dalam wawancaranya dengan majalah GQStyle.
"(Swifties) itu seperti pasukan militer yang lebih parah daripada Korea Utara. Yang kutahu, jangan pernah membuat masalah lagi dengan Taylor Swift. Ia punya 50 juta orang yang berani mati untuknya," seloroh Diplo seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (19/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kala itu Diplo menyebut Taylor tak punya bokong, bahkan mengajak follower-nya untuk membuat sebuah petisi penggalangan dana untuk membiayai operasi Taylor. Kini, DJ berusia 36 tahun tersebut menganggap insiden tersebut adalah salah satu kesalahan terbesar dalam karier musiknya.
"Kau tak bisa masuk dalam arena tersebut. Insiden itu adalah sesuatu yang tak pernah kupersiapkan sebelumnya. Salah satu kesalahan terbesar dalam karier musikku adalah berbuat macam-macam pada Taylor Swift," tutupnya.
Namun kini, Diplo dan Taylor sudah kembali berdamai. Agar tak lagi diserang Swifties, keduanya langsung mengakhiri perseteruan tersebut.
(dal/mmu)











































