Surat yang ditujukan kepada Putri Margarita of Baden tersebut ditulis lima hari setelah kecelakaan maut pada 31 Agustus 1997 silam. Pada surat tersebut, Philip berkisah mengenai 'horor' yang dirasakan di dalam istana.
Dikutip dari Mirror, Rabu (18/2/2015) bersama dengan sang ratu, ia membantu Pangeran Charles untuk menenangkan William dan Harry di istana setelah kabar kecelakaan dikonfirmasi. Philip mendeskripsikan saat-saat tersebut sebagai sebuah mimpi buruk bagi keluarga kerajaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gugat Cerai, Pamela Anderson Usir Suami dan Anak dari Rumah
"Kami juga bahkan dikritik karena 'memaksa' anak-anak (William dan Harry) untuk pergi ke gereja pada hari Minggu, pada hari kecelakaan," tulis Philip.
Apalagi ketika sang Ratu dinilai gagal untuk berbicara secara terbuka kepada publik mengenai berita duka tersebut. Begitu juga ketika tak ada bendera setengah tiang yang dikibarkan di Buckingham Palace, kritikan pun semakin menjadi-jadi.
Surat yang merupakan memorabilia pribadi kerajaan tersebut terjual seharga GBP Β£2300 atau senilai Rp 45,2 juta di Colchester, Essex, Inggris. Seseorang yang mengaku membelinya untuk klien menilai surat tersebut adalah sebuah benda bernilai historis yang sangat penting.
(dal/mmu)











































