DetikHot

celeb

Alex Komang: Seperti Kain Tipis yang Jatuh ke Tanah

Sabtu, 14 Feb 2015 12:08 WIB  ·   - detikHOT
Alex Komang: Seperti Kain Tipis yang Jatuh ke Tanah
Jakarta - Di lingkungan keluarga besarnya di Jepara, Alex Komang tetap dipanggil nama aslinya, Saifin Nuha. Sang ayah, yang merupakan kiai terpandang di kota kelahiran Kartini itu, marah dengan perubahan nama anaknya dari yang sangat muslim menjadi agak kebarat-baratan.

Namun, sebagai anak muda yang tumbuh di lingkungan santri yang tak asing dengan bahasa Arab, dengan cerdik Saifin berkilah. Di hadapan ayahnya ia mengarang bahwa nama Alex Komang berasal dari kata "Alaika Qomar", yang artinya "di atasmu ada rembulan". Dengan haru sekaligus kocak, salah seorang sepupu Alex Komang, Ahmad Sahal mengenang kembali perjalanan hidup saudaranya yang mirip kisah film itu.

Alex, eh Saifin kabur dari Jepara ke Jakarta dan "menggelandang" di Bulungan, hingga kemudian sukses mempersembahkan Piala Citra untuk ayahnya. Namun, sang ayah justru marah dan mendiamkannya selama dua tahun.

"Kalau pas Kak Alex pulang, dianggap nggak ada oleh ayahnya karena dianggap membuat malu keluarga," tutur Sahal yang kini tengah menuntut ilmu di Amerika Serikat itu dalam rangkaian tweet-nya sesaat setelah tersiarnya kabar kematian Alex Komang, Jumat (13/2/2015).

Menurut salah seorang teman masa kecil Alex, Syafiq Hasyim, sebagai kiai yang sangat disegani sang ayah memikul beban sosial yang luar biasa ketika anaknya itu menjadi artis.

"Mas Alex sendiri saya yakin juga gelisah profesinya belum bisa diterima ayahnya kala itu," ujar peraih gelar doktor dari Freie Universitaet Berlin yang pernah duduk di kepengurusan Cabang Istimewa NU di Jerman itu.

"Saya tidak tahu sejak kapan ayahnya bisa menerima Mas Alex, namun diam-diam banyak anak muda memimpikan petualangannya," tambah Syafiq.

Menurut Syafiq, kisah kaburnya Alex ke Jakarta menjadi sangat populer di kampung. Lebih-lebih setelah ia berhasil menjadi aktor dan meraih Piala Citra, Alex menjadi kebanggaan bagi banyak orang yang mengenalnya.

Sebagai anak kiai yang tak pernah nyantri, Alex Komang diam-diam menyimpan obsesi untuk bikin film tentang pesantren. "Kak Alex juga pernah bilang ke saya dia nyesel nggak pernah mondok dan nggak begitu lancar baca kitab kuning," ujar Ahmad Sahal lagi.

Sedangkan kepada Syafiq Hasyim, dalam pertemuan terakhirnya Alex bercerita bahwa dia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi aktor dalam film 'Robohnya Surau Kami' yang diangkat dari cerita pendek terkenal karya AA Navis. Tak ada yang tahu bahwa semua obsesi dan rencana itu akan terhenti oleh penyakit yang mematikan.

"Waktu itu dia hanya bilang, saya sakit doakan sehat," kenang Syafiq.

Dengan segala kisah dan dimensinya yang unik, sosok Alex Komang banyak menimbulkan rasa kekaguman pada orang-orang yang telah lama maupun baru mengenalnya. Salah satunya adalah Iwan Setyawan, penulis novel '9 Summers 10 Autumns' yang kemudian difilmkan dengan Alex Komang sebagai salah satu pemainnya.

"Setiap kali bertemu dan berdiskusi, selalu ada kata-kata Mas Alex Komang yang menggetarkan saya. Benar-benar seorang guru kehidupan. Bersahaja dan kata baik tak cukup menggambarkan beliau," katanya.

Iwan terakhir bertemu dengan sosok yang dikaguminya itu beberapa minggu yang lalu. "Mas Alex berbincang tentang sumeleh, ikhlas, seperti kain tipis yang jatuh ke tanah," ingatnya.


(mmu/kak)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed