Neno mengatakan, dirinya terlibat dalam satu teater bersama Alex di Bulungan, Jakarta Selatan. Kala itu, menurut Neno, Alex adalah sosok 'ndeso' yang masih baru menginjakkan kaki di kota Jakarta.
"Dialog yang paling komik dari kami adalah saat almarhum masih anak baru di teater tetas itu. Dalam obrolan di tengah teman-teman, saya katakan, saya sangat bahagia jika berada di antara sawah menghampar dan pepohonan hutan kecil dan bunyi jangkrik binatang malam. Karena saya lahir di Jakarta dan besar di Jakarta," kisah Neno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Almarhum dengan logat medhok dan slengekhan-nya membalas. Oalah nen, kalau aku yo wes bosen karo iku. Aku seneng itu ya lihat lampu-lampu hebat iku lho. Gedung-gedung pencakar langit gitu lho nen. Wong aku ndeso, lawaknya," kisah Neno.
Gara-gara itu, teman-teman satu teater pun tertawa geli. Itu pula yang menjadi kisah paling membekas dari Alex yang diingat Neno.
"Kita doakan Saifinnuha Putra Jepara, sepupu Jamal Mirdad diampuni Allah dan diberi lipat ganda kebaikan dan ampunan dan tempat yang baik dan tinggi di sisi Allah. Maafkan juga ada kesalahan Mas Alex Komang yang banyak berbuat baik pada lingkungan dan teman-temannya selama hidup beliau," kata pelantun lagu 'Nada Kasih' itu.
Alex meninggal dunia di RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2015). Alex meninggal di usia 53 tahun, sebelumnya ia menderita kanker hati.
(nu2/nu2)











































