Jenazah Djudjuk kemudian dimasukkan kedalam mobil Ambulance untuk dibawa menuju RS Panti Rapih Yogyakarta yang berjarak sekitar 4 KM dari RS Sardjito. Di RS Panti Rapih, jenazah akan di mandikan dan didoakan.
Menurut keterangan dari Direktur Umum dan Operasional RS Dr Sardjito Rohman Arif, Djudjuk meninggal pada pukul 15.22 WIB di Pavilium Amarta. Kondisi terakhir Djudjuk sebelum meninggal memang dalam kondisi sudah lemah.
"Dia sakit dan dirawat sejak bebrapa hari lalu, tanggal 2 Februari. Kondisinya lemah,"kata Rohman di RS Dr Sardjito Yogyakarta, Jumat(6/2/2015).
Djudjuk meninggalkan 4 orang putra putri dan 8 cucu. Keempat putra-putri Djudjuk yakni Eko Saputra, Ari Wibowo, Mia Pertama, dan Cintia Perdana.
(kmb/kmb)











































