Artis Peduli Aceh Masih Belum Transparan
Jumat, 28 Jan 2005 12:41 WIB
Jakarta - Tuduhan Dimas Dewi kepada Cut Keke sebagai salah satu pengurus di posko Artis Peduli Aceh perihal penggelapan sumbangan membuat gerah Cut Keke dan kawan-kawan. Jumat (28/1/2005) siang tadi mereka menggelar jumpa pers di Splash Kemang, Jakarta Selatan. Peggy Melati Sukma yang ikut terlibat dalam posko tersebut menjadi juru bicara. Dengan tegas ia membantah tuduhan penggelapan uang sumbangan yang ramai dimuat media massa dua hari belakangan."Isu itu tidak benar. Posko ini berangkat dari niat tulus untuk membantu warga Aceh yang menjadi korban," jelas Peggy yang didampingi Cut Keke, Teuku Zacky, Nova Eliza, Silvana Herman, Mona Ratuliu, Indra Brasco serta kuasa hukum mereka, Malik Bawazier.Memperkuat bantahannya, mereka mengaku telah mencatat semua bantuan yang diperoleh di posko. Menurut Peggy, uang yang mereka terima di posko berjumlah Rp 900 juta rupiah serta barang seberat 250 ton. Karena belum ada rekening atas nama posko, untuk sementara uang sumbangan tersebut dimasukan dalam rekening manajer Cut Keke yang bernama Kartikawati.Pada saat mereka ke Aceh akhir tahun 2004, mereka mengaku telah menyerahkan sebagian uang. Sementara seluruh barang sumbangan telah dikirim melalui jasa pengiriman barang, Marinir, jasa Kargo dan lainnya. Sayangnya mereka belum bisa menjelaskan secara detil uang yang telah mereka kirimkan untuk masyarakat Aceh. Peggy berdalih bahwa laporan pembukuan mereka masih dalam bentuk internal audit. Jadi, hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang bisa melihat laporan tersebut. Agar masyarakat bisa melihat, laporan tersebut kini tengah diaudit oleh akuntan publik.Diakui Peggy bahwa uang yang terkumpul di malam pengumpulan dana di News Cafe Kemang (29/12/2004) sama sekali belum disumbangkan. Mereka masih mengumpulkan para donatur untuk segera merealisasikan sumbangan yang diberikan."Dana yang terkumpul sebesar 700 juta pada malam dana itu masih dalam bentuk komitmen. Sampai saat ini kami masih terus mengumpulkan dana yang disumbangkan pada donatur. Lalu bagaimana kami mau sumbangkan kalau uangnya saja belum terkumpul," kata Peggy lagi.Untuk membedakan rekening penerimaan sumbangan di posko dan malam dana, mereka membuka rekening baru. Karena posko Artis Peduli Aceh bukan lembaga resmi, Bank menolak membuka rekening atas nama tersebut. Atas kesepakatan bersama, dibukalah rekening atas nama Peggy Melati Sukma.Menjawab tuduhan Dimas Dewi, Peggy mempersilahkan wanita yang tak diketahui identitasnya tersebut untuk membicarakan kepada mereka langsung dengan membawa bukti, karena setiap penyumbang diberikan tanda bukti. "Kami sudah mengecek nama-nama donatur, tapi nama Dimas Dewi tidak tercatat didalamnya." (ana/)











































