Hal tersebut diungkapkan pengacaranya, Bryan Praneda, usai persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2015). Menurutnya, Jessica secara mental sudah begitu kuat menghadapi masalah tersebut.
"Awal sidang down, kecewa. Jalannya persidangan aktif urus anak dan itu menguatkannya," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara psikologi dan materi, Jessica cukup menafkahi anak, walaupun Ludwig ada kewajiban sebagai ayah untuk menafkahi," katanya.
Pihak Jessica memang selalu mengaku adanya komunikasi antara kliennya dengan Ludwig. Bahkan, baru-baru ini Jessica mengisahkan kepada Bryan obrolannya dengan pria keturunan bangsawan Jerman itu.
Mereka menggelar pernikahan pada akhir 2013 lalu. Tak ada yang membuka secara jelas mengenai pernikahan itu. Keluarga maupun kerabat yang berkomentar bahkan mengakui ke media Jessica dan Ludwig menikah di Amerika Serikat.
Padahal belakangan diketahui mereka menikah di kawasan Jakarta Pusat. Kabar tersebut terlihat dari berkas gugatan batal nikah Ludwig di PN Jakarta Selatan. Ludwig menggugat Gereja Yesus Sejati hingga Dinas Dukcapil. Bahkan, Ludwig juga menggugat Dinas Dukcapil ke Pengadilan Tata Usaha Negara atas penerbitan akta pernikahan tersebut.
(nu2/mmu)











































