"Sejauh ini aku menyalahkan diriku atas kehilanganmu, tetapi cinta membuatku buta. Aku rela dipukul, ditampar, dihina, dan dicaci maki. Sudah rendah sekali derajatku sebagai wanita. Tetapi, aku merasa pantas diperlakukan seperti itu? Bodoh! Bodoh! Bodoh! Aku tidak akan pernah lupa, ketika kamu mencekik leherku dan membenturkan kepalaku ke dinding. Kalimat ini masih menempel di ingatanku," begitulah beberapa bait puisi yang dibacakan oleh Pevita dari bukunya di Birdcage cafe, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2014).
Terlihat dalam beberapa bagian bukunya, Pevita menceritakan kekecewaannya pada seorang pria. Pada chapter 'Cinta dan Kecanduan' dituliskan olehnya cerita tentang tiga orang laki-laki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dari semua cerita ini Pevita tidak mengiyakan kalau semua yang ada dalam buku ini mengenai dirinya. Semuanya dikembangkan bersama dengan cerita sahabat, teman dan orang-orang terdekatnya.
"Inspirasi buku ini banyak sekali. Kalau pas di jalan ada couple berantem, mengalir aja di bawah alam sadar," ucap Pevita.
"Terinspirasi dari cerita teman. Percintaan teman terlalu drama terus. Aku nggak tahu bener atau nggak. Aku coba memposisikan diri aku di posisi mereka. Because ini cerita bukan aku semua. Cerita universal yang pernah terjadi makannya aku kasih 'Our Notebook," ungkapnya.
Buku yang dibuatnya ini memang didedikasikan untuk para wanita. Bintang film 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck' itu berharap cerita yang dituliskan dalam buku ini bisa menjadikan wanita sadar dan tidak bisa dengan mudah diperbudak oleh laki-laki.
Buku setebal 128 halaman ini berisikan 25 persen terinspirasi dari lingkungan, 25 persen dari lagu-lagu dan sisanya pengalaman dirinya sendiri.
"Jadi bukan berati Pevita diginiin (ditampar, dicekik, diseret). Aku nggak akan membocorkan mana yang benar-benar menjadi kisah aku. Tapi, terserah gimana pembaca menilainya," ucap Pevita mencoba berteka-teki.
(pus/mmu)










































