Berbeda dari Butik Kebanyakan
|
|
Sang desainer mengaku ingin membuat butik pertamanya jauh dari tradisi. Sehingga menurut Victoria, tak perlu ada jendela besar untuk men-display gaun-gaun yang diciptakannya.
"Ini kali pertama orang-orang bisa melihat produk langsung dari mataku. Aku tak ingin jendela toko tradisional, hanya jendela biasa saja dan pintu geser yang besar," ungkap Victoria seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (25/9/2014).
Tak Ada Mesin Kasir
|
|
"Kami sama sekali tak ingin menempatkan mesin kasir yang jelek dimanapun. Pembayaran dilakukan dengan iPad, jadi kita bisa menemui para pembeli yang berada di lantai manapun," tambahnya.
Butik yang Luas
|
|
"Tempatnya cukup luas untuk mereka yang membawa anak. Mereka bisa menunggu. Banyak juga tempat untuk menggantung sesuatu sehingga mereka bisa meletakkan tas di sana," pungkasnya.
Lantai paling bawah digunakan untuk barang-barang pribadi sedangkan tingkat selanjutnya untuk men-display koleksi utama Victoria. Busana-busana tersebut digantung dengan rantai emas. Terdapat pula sebuah layar raksasa yang menampilkan acara peragaan busana, dan beberapa bangku kayu sebagai tempat menunggu bagi suami, kekasih atau anak-anak.
Halaman 2 dari 4











































