Perubahan Tina Toonita dari gadis cilik gendut menjadi remaja cantik nan seksi mencuri perhatian besar. Ternyata sebelum menguruskan badan, Tina pernah jadi korban bully hingga rela menyiksa diri dengan bulimia.
"Kalau main bola selalu disuruh jaga gawang, karena katanya lebar badan gua sama kayak gawang," cerita Tina saat meluncurkan bukunya 'Tina: Metamorfosis yang Menakjubkan Seorang Tina Toon' di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2014).
Tina merupakan penyanyi cilik yang melejit pada dekade 90-an. Dikenal dengan goyang bolo-bolonya, Tina kecil terlihat menggemaskan dengan tubuh yang sintal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulimia adalah suatu kelainan dimana seseorang makan secara berlebihan kemudian mencoba memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Kelainan inilah yang dirasakan Tina selama empat tahun.
"Pernah diet gila-gilaan, makan tahu satu, telor satu. Nggak makan karbo sama sekali, jadwal lagi padat, opname 2 kali," ungkap Tina.
Akhirnya dalam kurun delapan bulan ia bisa menurunkan bobot hingga 25 Kg. Sudah bisa kurus, menjadi gemuk lagi menimbulkan ketakutan tersendiri untuk dirinya.
"Kena bulimia, banyak remaja stres karena salah diet. Makan sebanyak-banyaknya. Orang baru kurus suka gila takut balik lagi," ungkapnya.
"Ini alasan aku bersama Alia Fathiyah membuat buku ini. Ini juga untuk menjawab semua pertanyaan kenapa aku bisa kurus," lanjutnya.
'Tina: Metamorfosis yang Menakjubkan Seorang Tina Toon' diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). Menurut Bagus Muhammad Adam selaku Manajer Editorial dan Produksi Nonfiksi GPU, menuliskan masa lalu yang kurang menyenangkan dalam buku bukan hal yang mudah. Dalam bukunya Tina juga menceritakan banyak hal yang belum diketahui orang tentang kehidupan pribadinya. Keputusannya untuk menguruskan badan dan berpose di halaman majalah pria dewasa juga tidak lupa diceritakannya.
(pus/mmu)











































