10 Selebriti Pengidap Bipolar yang Sukses di Hollywood (1)

10 Selebriti Pengidap Bipolar yang Sukses di Hollywood (1)

- detikHot
Senin, 11 Agu 2014 10:13 WIB
10 Selebriti Pengidap Bipolar yang Sukses di Hollywood (1)
Jakarta - Bipolar Disorder tak hanya menyerang selebriti Indonesia saja, namun juga para selebriti Hollywood yang kerap muncul di layar kaca. Namun begitu, para selebriti ini tetap berhasil meraih sukses walaupun telah divonis mengidap Bipolar.

Catherine Zeta-Jones

Aktris cantik Catherine Zeta-Jones adalah selebriti yang mengakui mengidap bipolar disorder pada 2012 lalu. Bintang film 'The Mask of Zorro' tersebut mengungkapkan dalam wawancaranya, memiliki cara tersendiri untuk mengatasi penyakitnya tersebut.

"Saat itu adalah masa-masa yang intense, dalam hal yang positif dan negatif. Kau tak bisa lari dari apa yang orang-orang katakan padamu, dan jika kau manusia kau bisa merasakan sakit. Hal tercerdas yang kulakukan adalah berhenti online. Aku adalah tipe orang yang hanya melihat hal-hal negatif," ujarnya kala itu.

Demi Lovato

Demi Lovato juga sempat bicara blak-blakan terkait masalah bipolar yang dideritanya. Pelantun hits 'Heart Attack' pun memiliki caranya sendiri untuk mengatasi gangguan tersebut.

"Aku mengobatinya dengan obat-obatan. Tak semua orang melakukannya, tapi untukku cara tersebut ampuh. Hal-hal yang ampuh untukku adalah berobat, berbicara pada orang-orang, jujur dan bersyukur," ungkap Demi.

Britney Spears

Britney Spears memilih untuk menyimpan dalam-dalam penyakitnya tersebut dari publik. Namun seorang psikiatris menyatakan bahwa pelantun hits 'Sometimes' tersebut menunjukkan tanda-tanda terserang bipolar seperti hiperseksual, pemberian penilaian yang buruk dan impulsif.

Kurt Cobain

Kurt Cobain dinilai mengidap bipolar sebelum akhirnya harus menghembuskan napas terakhir pada usia 27 tahun. Sang rocker pun pernah menciptakan sebuah lagu bertajuk 'Lithium' yang merupakan mood stabilizer yang digunakan dalam pengobatan gangguan bipolar.

Marilyn Monroe

Banyak hal-hal yang belum terjawab seiring kematian Marilyn Monroe. Namun pada film dokumenternya bertajuk 'Marilyn Monroe: The Final Days' yang dirilis pada 2001 lalu, menceritakan mengenai penggunaan obat-obat terlarang dan penyakit mentalnya.

"Kami tahu ia adalah seorang manic depressive," ujar Hyman Engelberg, MD psikiater Marilyn. "Hal itu berarti ada masalah emosional dan mood-nya bisa berubah secara drastis."
Halaman 2 dari 6
(kmb/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads