Pihak UGB pun mempertanyakan motif Yunita. "Yunita bicara dari kata hatinya atau sudah dibikin sedemikian rupa?" ujar tim pengacara UGB, Yasin Hasan Bhayangkara saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/4/2014).
"Anak ini pas kerja aja nggak perlihatkan ijazah, dia yang kita tahu cuma SD," tambah Yasin menyerang balik.
Selama bekerja di tempat praktik pengobatan UGB, Yunita dikenal sebagai office girl. Menurut Yasin, perempuan itu juga layaknya Malin Kundang. Wah, apa maksudnya?
"Dia pergi nggak bilang-bilang, dia udah dapat duit berapa? Ini tuh Malin Kundang, datang-datang menyerang. Akhirnya jadi potensi kita laporin dia," tuturnya.
Sebelumnya, Yunita mengaku bekerja di tempat praktik pengobatan UGB di bidang administrasi. Saat menggelar jumpa pers, ia mengatakan bahwa dirinya pernah ditendang hingga diancam oleh UGB.
"Saya sering diperlakukan kasar. Saya suka ditendang, dipukul, ditampar pake koran, dilempar pake benda-benda, diancam. Sering, kalau nggak mencapai target itu sering digituin, diperlakukan kasar," tuturnya.
(nu2/mmu)











































