Muhammad Muhidin menuturkan, kala itu Bopak dan Putri terlibat pacaran. Tak beberapa lama, Putri pun mengandung.
Karena badan Putri yang kecil, sehingga kandungan itu tidak terlihat seperti perempuan pada umumnya. Padahal kehamilannya sudah meninjak 5 bulan.
"Dia bilang, saya kebablasan sama Bopak di Bogor. Saya tanya di sana kamu sama siapa? Dia bilang ada teman saya kok di sana," kisahnya.
Tapi setelah dimintai tanggung jawabnya, Bopak terus menghindar. Hingga akhirnya di usia kandungannya yang ke-8 bulan, Putri pun bisa meyakinkan Bopak untuk segera menikahinya. Selang satu bulan, sang anak pun lahir.
"20 Mei 2011 jam 12 siang itu menikah di Bogor. Terus tanggal 19 Juni 2011 lahir anaknya Bopak," tuturnya.
Namun setelah sang anak lahir, Bopak tampaknya masih saja ragu. Bahkan, ia dinilai tak pernah menafkahi istri dan anaknya itu.
"Sejak usia anaknya 6 bulan lebih, sekarang sudah anaknya 2.5 tahun, Juni besok 3 tahun," ujarnya.
Belum ada keinginan dari pihak keluarga untuk melakukan tes DNA. Menurutnya, apa yang diutarakan Bopak hanya untuk menjatuhkan keluarganya.
"Dia ingin menjatuhkan keluarga kita dan tidak menghargai keluarga kami," tudingnya.
(nu2/mmu)










































