Selain rugi puluhan juta, Hans juga mengaku ibunya telah menjual beberapa perhiasan miliknya untuk mengobati sang nenek. Tapi penyakit yang dialami neneknya tak kunjung sembuh.
"Saat lagi tawar-menawar harga, saya ditanya ke sini naik mobil apa? Saya bilang naik taksi. Kerja di mana? Saya bilang punya usaha kecil-kecilan. Harga kerbaunya Rp 75 juta, Rp 65 juta, Rp 55 juta, paling bawah Rp 25 juta. Saya minta yang paling murah," kisah Hans saat dikonfirmasi detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan syarat mengorbankan kerbau, Hans dan keluarganya akhirnya setuju untuk menyerahkan beberapa perhiasan lagi. "Sampai di rumah kita setuju, emas 32 gram, 7 gram tambah 25 gram. Dari semua itu kurang Rp 8 juta lagi untuk bayar kerbau," rinci Hans.
Selama pengobatan, Hans merasa ada yang aneh. Ia merasa di bawah ancaman saat melakukan negosiasi harga pengobatan tersebut.
Hans pun akhirnya melaporkan suami Puput Melati itu ke MUI pertengahan Februari kemarin dengan tuduhan perdukunan. Pihak MUI sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran pelaporan tersebut.
Sementara UGB melalui pengacaranya membantah telah melakukan penipuan dan pemerasan seperti yang ditudingkan Hans.
(kmb/mmu)











































