Dalam sebuah pernyataan panjang, mantan vokalis band The Smiths, Morrisey, melayangkan protes pada Pangeran William atas keputusannya untuk mengambil bagian dalam acara berburu. Acara itu berlangsung satu hari sebelum William menghadiri konferensi perdagangan satwa ilegal tersebut.
Seperti dilansir dari E! News, Kamis (13/2/2014) Morrisey mengecam perbuatan William yang dianggapnya tak berbeda dengan melakukan perdagangan satwa secara ilegal. Walaupun yang dilindungi dalam konferensi adalah binatang yang terancam punah, namun perburuan juga dianggap salah satu cara yang akan membuat binatang apapun punah.
βWalaupun pada pidatonya (yang tak diragukan lagi ditulis oleh ajudannya di Clarence House) menyatakan akan berkonsentrasi pada spesies yang terancam punah, William terlalu bodoh untuk menyadari bahwa hewan seperti harimau dan badak akan segera punah karena orang-orang seperti dirinya dan adik laki-lakinya menembak mereka begitu sajaβyang dilakukan atas nama olahraga dan pembantaian. Setiap kali kau menembak binatang di kepala, hasilnya sama saja: kematian,β tulis Morrisey yang diunggah di situs penggemar.
βAlasan William membunuh rusa yang tak bersalah dan tak berdaya bukan masalahnyaβfaktanya, ia telah melakukannya, dan kita harus terus dan terus bertanya mengapa segala bentuk kekerasan dapat diterima oleh pemerintah Inggris,β tambah penyanyi yang memang dikenal sebagai aktivis penyelamatan lingkungan itu.
(kmb/mmu)











































